Things to look forward to ✧
- the happiest moments of your life that are yet to come.
- hearing nocturnal birds chirping at 3 am.
- the next time you’ll feel butterflies in your stomach.
- falling in love with fictional characters.
- meeting some of the nicest people you haven’t even met yet.
- taking a walk with a friend.
- riding your bike through the park.
- enjoying a bubble bath.
- the view of the stars in a clear summer night sky whilst eating dinner with your loved ones.
- calling a friend or relative for a good chat.
- reading a book.
- cooking and enjoying a favorite meal or dish with your friends.
- having a massage.
- buying or picking a bunch of fresh flowers and give them to a friend for no reason.
- skinny dipping.
- hugging a friend.
- baking muffins.
- drawing a face on an egg and putting it in the fridge where it will smile at you each time you open the door.
- petting a friendly dog.
- writing a letter.
- having a hot shower.
- watching the sun come up.
You’re very loved ♡
Bismillah,
Empat hari belakangan fisik rasanya capek banget. Serasa sudah lari maraton. Hari kedua piket, rasanya mager berat, semangat dan motivasi rasanya turun drastis.
Ajaibnya meski begitu, aktifitas aku tetap gak terabaikan. Mungkin karena tanggung jawab dan juga gak suka lihat rumah berantakan dan harus masak buat mengisi perut meski mudah untuk pesan saja. Untuk urusan makanan, menu diluaran sama dengan stok bahan baku di rumah. Jadi sayang kalau mesti beli diluar. Kecuali aku ada dikampung halaman, pasti akan milih jajan diluar saja dengan berbagai pilihan makanan atau bisa saja tinggal makan masakan mama hahahha.
For today, I am thankful bisa shalat tepat waktu. feelingnya sungguh beda. Merubah mood jadi jauh jauh jauh lebih baik. Ya, salah satu hikma dari tepat waktu sepertinya. Membuat segala urusan menjadi lebih terkendali dan bisa dikerjakan lebih baik. Karenanya kita diperintah shalat tepat waktu biar Allah mempermudah dan memperbaiki urusan kita.
Kala futur, mengembalikan iman buat naik lagi tuh gak mudah. Semoga siapapun yang lagi futur, Allah selalu menolong kita untuk kembali dan bersemangat dalam beribadah.
Alhamdulillah, capek yang kemarin jadi ladang intropeksi diri. Membuatku berpikir bahwa ada yang salah dalam aktifitas dan semua waktu luang yang kumiliki. Ada mimpi dan harapan yang ternyata cuma impian di mulut dan tidak benar-benar kuinginkan. Padahal semua orang mendoakan dan selalu aku amiinkan. Ada pula impian lain yang kuharapkan tapi aku masih tidak benar-benar berusaha dalam mengulangnya. Padahal sadar diri, sudah banyak yang sudah terlupakan dan mesti di upgrade untuk rasa tanggungjawab dan amanah yang telah diberikan,serta rasa menjadi manusia yang bermanfaat buat orang lain.
BUATLAH SATU TUJUAN DAN PASTIKAN KAMU FOKUS KE TUJUAN ITU. SAMPAI HARUS BERKATA, SUDAH CUKUP PERJUANGANMU DALAM MERAIHNYA. @ruangdwi dalam Perjalanan menuju bahagia
Bismillah,
Empat hari belakangan fisik rasanya capek banget. Serasa sudah lari maraton. Hari kedua piket, rasanya mager berat, semangat dan motivasi rasanya turun drastis.
Ajaibnya meski begitu, aktifitas aku tetap gak terabaikan. Mungkin karena tanggung jawab dan juga gak suka lihat rumah berantakan dan harus masak buat mengisi perut meski mudah untuk pesan saja. Untuk urusan makanan, menu diluaran sama dengan stok bahan baku di rumah. Jadi sayang kalau mesti beli diluar. Kecuali aku ada dikampung halaman, pasti akan milih jajan diluar saja dengan berbagai pilihan makanan atau bisa saja tinggal makan masakan mama hahahha.
For today, I am thankful bisa shalat tepat waktu. feelingnya sungguh beda. Merubah mood jadi jauh jauh jauh lebih baik. Ya, salah satu hikma dari tepat waktu sepertinya. Membuat segala urusan menjadi lebih terkendali dan bisa dikerjakan lebih baik. Karenanya kita diperintah shalat tepat waktu biar Allah mempermudah dan memperbaiki urusan kita.
Kala futur, mengembalikan iman buat naik lagi tuh gak mudah. Semoga siapapun yang lagi futur, Allah selalu menolong kita untuk kembali dan bersemangat dalam beribadah.
Alhamdulillah, capek yang kemarin jadi ladang intropeksi diri. Membuatku berpikir bahwa ada yang salah dalam aktifitas dan semua waktu luang yang kumiliki. Ada mimpi dan harapan yang ternyata cuma impian di mulut dan tidak benar-benar kuinginkan. Padahal semua orang mendoakan dan selalu aku amiinkan. Ada pula impian lain yang kuharapkan tapi aku masih tidak benar-benar berusaha dalam mengulangnya. Padahal sadar diri, sudah banyak yang sudah terlupakan dan mesti di upgrade untuk rasa tanggungjawab dan amanah yang telah diberikan,serta rasa menjadi manusia yang bermanfaat buat orang lain.
BUATLAH SATU TUJUAN DAN PASTIKAN KAMU FOKUS KE TUJUAN ITU. SAMPAI HARUS BERKATA, SUDAH CUKUP PERJUANGANMU DALAM MERAIHNYA. @ruangdwi dalam Perjalanan menuju bahagia
Hindari berlebihan dalam segala hal, entah dalam ucapan atau pun pertemanan. Sadari bahwa segala hal itu ada batasannya. Jaga batasan yang kamu buat dan jangan melanggarnya.
Buatlah batasan dan pagar untuk dirimu sendiri, yang bisa memagari dari hal-hal yang tidak layak untuk kamu dekati dan dapatkan.
Ceritakan yang sewajarnya, sampaikan yang seadanya dan simpan juga jaga apa yang seharusnya tidak diketahui orang.
““Thinking is difficult, that’s why most people judge.” - C.G. Jung”—
batas
hanya membatasi diri agar tidak terlampau jauh berkecimpung dalam urusan pekerjaan di luar jobdesk. itu saja
sikap yg harus ditekan kan adalah membatasi diri dalam hal itu, tidak lebih
Temanmu dapat mendorongmu: ke kebaikan atau ke keburukan. Pilihan sepenuhnya ada di tangan kita.
Source: https://www.instagram.com/p/CsBeDjMpcKR/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==




